Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kebijakan fiskal yang terdiri dari belanja pendidikan, pajak daerah, dan bantuan sosial terhadap ketimpangan pendapatan dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Ketimpangan pendapatan diukur menggunakan Indeks Gini, sedangkan pertumbuhan ekonomi diukur melalui Produk Domestik Bruto (PDB). Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan data sekunder tahunan dari tahun 2010–2023. Analisis dilakukan menggunakan regresi linier berganda dan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa belanja pendidikan dan bantuan sosial berpengaruh negatif terhadap ketimpangan pendapatan, sedangkan pajak daerah memiliki pengaruh positif. Ketimpangan pendapatan secara signifikan berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan fiskal yang tepat sasaran dan berorientasi pada pemerataan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif.