Perkembangan literasi digital di era modern telah memberikan kemudahan bagi remaja dalam mengakses informasi, mengembangkan potensi, serta berkomunikasi tanpa batasan ruang dan waktu. Dalam dunia pendidikan, literasi digital berperan penting dalam mendukung proses pembelajaran dan pengembangan ilmu pengetahuan, baik bagi pendidik maupun peserta didik. Namun, kemajuan teknologi ini juga membawa dampak negatif, seperti penyalahgunaan media digital dan penyebaran informasi hoaks yang dapat menyesatkan masyarakat, khususnya remaja. Dalam konteks keislaman, media sosial menjadi sarana utama bagi remaja Muslim untuk mempelajari ajaran Islam. Meskipun memberikan akses yang luas dan mudah, konten keislaman yang tersebar seringkali tidak bersumber dari pihak yang kredibel, sehingga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman terhadap ajaran Islam. Kurangnya literasi digital di kalangan remaja Muslim memperburuk kondisi ini karena rendahnya kemampuan dalam memverifikasi informasi. Oleh karena itu, pembelajaran literasi digital menjadi kebutuhan mendesak untuk membekali generasi muda dengan keterampilan menyaring dan mengevaluasi informasi secara kritis demi mendukung pemahaman agama yang benar dan utuh.