Pembentukan karakter peserta didik merupakan salah satu fokus utama dalam dunia pendidikan, seiring dengan tuntutan untuk menghasilkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui pembiasaan perilaku positif sejak dini di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi pembiasaan karakter budaya sapa pagi dalam pengembangan kedisiplinan peserta didik di SMP Negeri 39 Bandung. Metode penelitian menggunakan studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya sapa pagi dilaksanakan melalui kegiatan menyapa, memberi salam, dan membangun interaksi positif antara guru dan peserta didik sebelum pembelajaran dimulai. Terdapat kontribusi positif budaya sapa pagi dalam membentuk sikap disiplin peserta didik, seperti datang tepat waktu, menghormati guru dan teman sebaya, serta menciptakan suasana belajar yang kondusif. Faktor pendukung keberhasilan program ini adalah komitmen seluruh warga sekolah, sedangkan faktor penghambatnya meliputi kurangnya kesadaran sebagian peserta didik dan keterbatasan waktu. Kesimpulannya, pembiasaan budaya sapa pagi efektif dalam mengembangkan kedisiplinan peserta didik, namun diperlukan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan konsistensi dan partisipasi.