Pendidikan karakter menjadi salah satu fokus utama dalam sistem pendidikan nasional, khususnya dalam upaya membentuk peserta didik yang berakhlak mulia, bertanggung jawab, serta memiliki identitas kebangsaan dan keagamaan yang kuat. Dalam konteks ini, kearifan lokal seperti tradisi masyarakat Banjar berpotensi besar untuk dijadikan sebagai sumber pendidikan karakter yang kontekstual dan relevan. Tradisi-tradisi seperti kayuh baimbai (gotong royong), badamai (musyawarah dan penyelesaian konflik secara damai), serta Batamat Al-Qur’an mengandung nilai-nilai religiusitas, tanggung jawab, toleransi, dan penghormatan terhadap orang tua dan guru. Sayangnya, potensi ini belum sepenuhnya dimanfaatkan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), khususnya di tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs), yang masih cenderung berorientasi pada aspek kognitif dan hafalan. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka (library research) untuk menganalisis nilai-nilai karakter dalam tradisi lokal Banjar serta mengkaji implikasinya terhadap pembelajaran PAI. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai budaya lokal dalam pembelajaran PAI dapat menjadi pendekatan alternatif yang kontekstual, dekat dengan realitas peserta didik, dan efektif dalam memperkuat pendidikan karakter secara holistik .