Artikel ini membahas kritik terhadap teori perkembangan kognitif yang dikemukakan oleh Jean Piaget, yang dianggap terlalu berpusat pada budaya Barat dan kurang memperhatikan variasi budaya. Meskipun teori Piaget telah memberikan kontribusi besar dalam memahami perkembangan anak, beberapa ilmuwan—seperti Michael Cole dan Barbara Rogoff—menantang asumsi-asumsinya dengan menekankan pentingnya konteks budaya dalam proses pembelajaran. Cole berpendapat bahwa kognisi dibentuk melalui interaksi dalam lingkungan budaya tertentu, sementara Rogoff menyoroti peran partisipasi sosial dalam pembelajaran anak. Melalui studi pustaka, artikel ini menganalisis dan membandingkan pandangan ketiga tokoh tersebut serta mengusulkan pendekatan pendidikan yang lebih kontekstual dan pluralistik untuk mendukung perkembangan kognitif anak di berbagai latar budaya.