Kesenjangan pemahaman siswa dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) masih menjadi persoalan di kelas 4 MI Al-Manar, terutama disebabkan oleh perbedaan kecepatan belajar dan kurangnya variasi metode pembelajaran yang digunakan. Beberapa siswa terlihat cepat memahami materi, sementara sebagian lainnya lambat merespons dan pasif dalam pembelajaran konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi kesenjangan tersebut melalui optimalisasi media audiovisual dalam proses pembelajaran SKI. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari satu kali pertemuan berdurasi 60 menit, disesuaikan dengan keterbatasan waktu pelaksanaan di sekolah. Meskipun waktu pelaksanaan terbatas, seluruh prosedur PTK dilaksanakan secara sistematis, mulai dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, hingga refleksi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Pada siklus pertama, peneliti menggunakan metode ceramah tanpa media visual dan hanya 4 dari 21 siswa (19%) yang aktif dalam pembelajaran. Pada siklus kedua, pembelajaran dilakukan dengan bantuan video edukatif dan kegiatan bermain peran; hasilnya, seluruh siswa (100%) terlibat aktif dalam proses pembelajaran dan mampu menjawab pertanyaan yang diajukan oleh peneliti. Peningkatan keterlibatan dan pemahaman siswa menunjukkan bahwa penggunaan media audiovisual efektif dalam menjembatani perbedaan kecepatan belajar dan mendorong partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran SKI.