Transformasi sistem transportasi sebagai bagian penting dalam mewujudkan konsep smart living yang berkelanjutan di tengah tantangan perubahan iklim dan urbanisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan implementasi model transportasi berkelanjutan antara Denmark dan Indonesia serta kontribusinya terhadap kualitas hidup masyarakat. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif komparatif melalui studi pustaka dan dokumentasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa Denmark berhasil menerapkan sistem transportasi terintegrasi dan rendah emisi melalui penggunaan sepeda, transportasi listrik, dan kebijakan tata kota berbasis konsep five-minute city. Sebaliknya, Indonesia masih menghadapi tantangan besar, seperti ketergantungan tinggi pada kendaraan pribadi, infrastruktur yang belum terintegrasi, dan kesadaran publik yang rendah terhadap keberlanjutan. kebaharuan penelitian ini terletak pada integrasi konsep transformasi transportasi dengan smart living berkelanjutan melalui analisis perbandingan antara Denmark dan Indonesia. Pendekatan ini belum banyak dikaji secara holistik, khususnya dalam konteks negara berkembang. Denmark dianalisis sebagai role model karena keberhasilannya membangun sistem transportasi rendah emisi dan berorientasi pada manusia.Studi ini merekomendasikan agar Indonesia mengadaptasi praktik terbaik dari Denmark dengan mempertimbangkan konteks sosial, ekonomi, dan budaya lokal untuk mempercepat transisi menuju transportasi yang cerdas dan ramah lingkungan.