Penelitian ini menganalisis bingkai pemberitaan televisi nasional dalam kasus korupsi di Indonesia dan dampaknya terhadap persepsi masyarakat. Korupsi merupakan isu krusial yang terus-menerus menjadi sorotan media, dan cara media membingkai berita berpotensi membentuk opini publik. Studi ini menggunakan analisis framing untuk mengidentifikasi bagaimana televisi nasional mengkonstruksi realitas kasus korupsi melalui pemilihan kata, penonjolan aspek tertentu, dan penentuan narasi. Sumber data berasal dari pemberitaan beberapa stasiun televisi nasional terkemuka yang meliput kasus korupsi besar dalam periode tertentu. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi dalam bingkai pemberitaan yang digunakan, mulai dari bingkai moralitas, hukum, hingga ekonomi politik, tergantung pada stasiun televisi dan fokus liputan. Bingkai-bingkai ini kemudian dianalisis keterkaitannya dengan persepsi masyarakat terhadap tingkat korupsi, efektivitas penegakan hukum, dan kepercayaan terhadap institusi publik, yang diukur melalui survei atau wawancara mendalam. Temuan penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif mengenai peran media dalam membentuk persepsi publik terkait isu korupsi, sekaligus menyoroti implikasi dari keberagaman bingkai pemberitaan terhadap pemahaman dan partisipasi masyarakat dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.