Perkembangan teknologi informasi telah mendorong pemerintah untuk menerapkan sistem E-Government sebagai upaya meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan publik. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan penerapan E-Government dalam manajemen keuangan publik antara Indonesia dan Singapura. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur dengan menganalisis sumber dari jurnal, buku, dan dokumen resmi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Singapura telah berhasil mencapai tingkat digitalisasi keuangan publik yang terintegrasi melalui platform seperti GeBIZ dan CPF, didukung oleh literasi digital aparatur yang tinggi, infrastruktur teknologi yang memadai, serta sistem evaluasi berbasis kinerja. Sementara itu, Indonesia masih menghadapi tantangan berupa fragmentasi sistem informasi, rendahnya integrasi data lintas instansi, serta keterbatasan kapasitas sumber daya manusia. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan penerapan E-Government tidak hanya ditentukan oleh kesiapan teknologi, tetapi juga oleh komitmen politik, budaya birokrasi, dan konsistensi kebijakan. Oleh karena itu, disarankan agar Indonesia memperkuat integrasi sistem informasi keuangan, meningkatkan literasi digital ASN, dan membangun sistem evaluasi yang terstruktur agar transformasi digital di sektor keuangan publik dapat berjalan secara optimal.