Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi disabilitas dalam konten YouTube “Mutant” oleh Tretan Muslim, dengan fokus pada narasi, simbolisme, dan respons audiens dalam media digital. Dalam era komunikasi modern, media sosial memiliki peran penting dalam membentuk wacana sosial, termasuk bagaimana kelompok disabilitas dipersepsikan. Konten “Mutant” menampilkan individu penyandang disabilitas dalam format komedi, yang di satu sisi membuka ruang baru untuk inklusivitas, namun di sisi lain juga memunculkan pertanyaan tentang etika representasi dan potensi stereotip. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini menerapkan analisis tematik dan semiotik terhadap isi video dan komentar audiens, serta merujuk pada teori representasi budaya Stuart Hall, teori naratif dan simbolisme, teori media digital, dan teori identitas sosial. Hasil analisis menunjukkan bahwa narasi dalam konten “Mutant” menghadirkan penyandang disabilitas sebagai individu aktif dan berdaya, namun penggunaan istilah “mutant” dan simbol-simbol visual tertentu memiliki makna ganda yang dapat menimbulkan ambiguitas. Respons audiens pun beragam, mulai dari apresiasi terhadap pendekatan unik hingga kritik terhadap potensi eksploitasi. Penelitian ini menyoroti pentingnya kesadaran etis dalam produksi konten yang melibatkan kelompok rentan, serta perlunya literasi media bagi audiens agar mampu menafsirkan pesan secara kritis. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap studi representasi dalam media digital dan mendorong praktik komunikasi yang lebih inklusif, adil, dan manusiawi, terutama dalam ranah hiburan daring yang semakin berpengaruh terhadap konstruksi sosial masyarakat.