Penelitian ini membahas peran nilai-nilai religius dalam membentuk perilaku sosial individu, khususnya dalam konteks interaksi antarpribadi. Dengan pendekatan kualitatif dan tinjauan pustaka, artikel ini menganalisis bagaimana ajaran agama, seperti kejujuran, empati, kasih sayang, dan toleransi, memengaruhi cara seseorang berperilaku dalam lingkungan sosialnya. Psikologi agama sebagai landasan teoritis digunakan untuk memahami proses internalisasi nilai religius yang berdampak pada pembentukan sikap sosial positif. Hasil kajian menunjukkan bahwa individu yang memiliki tingkat religiositas tinggi cenderung menunjukkan sikap sosial yang lebih konstruktif, seperti saling menghargai, membantu sesama, dan menjaga keharmonisan dalam hubungan sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa nilai-nilai religius memiliki peran signifikan dalam memperkuat interaksi sosial yang sehat dan membangun masyarakat yang toleran. Artikel ini merekomendasikan integrasi pendidikan nilai religius dalam pembinaan karakter sosial di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.