Kehidupan remaja pada era modern sering kali dipenuhi tekanan sosial, krisis identitas, serta kecemasan yang mengganggu kestabilan batin. Dalam kondisi seperti ini, pendekatan spiritual menjadi salah satu alternatif yang relevan untuk memberikan ketenangan jiwa. Zikir, sebagai bentuk ibadah yang menekankan pengulangan nama-nama Allah, diyakini mampu menghadirkan kedamaian dan kekhusyukan dalam hati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh ibadah zikir terhadap ketenangan batin pada remaja muslim. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, melibatkan 30 responden usia 15–18 tahun yang aktif mengikuti kegiatan zikir di lingkungan sekolah dan masjid. Instrumen penelitian berupa kuesioner skala likert yang mengukur tingkat ketenangan batin sebelum dan sesudah melakukan zikir secara rutin selama dua minggu. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor ketenangan batin setelah menjalani praktik zikir secara konsisten. Temuan ini memperkuat pandangan bahwa zikir bukan hanya ritual ibadah, tetapi juga memiliki fungsi terapeutik yang berdampak pada kondisi psikologis remaja. Penelitian ini merekomendasikan agar zikir menjadi bagian dari pembinaan spiritual di sekolah maupun keluarga, terutama dalam rangka memperkuat kesehatan mental remaja muslim