Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi lembaga dalam memenuhi standar akreditasi, mengidentifikasi kendala dan tantangan yang dihadapi, menganalisis peran yayasan dan komunitas pesantren dalam mendukung proses akreditasi, serta menelaah bagaimana legitimasi sosial terhadap proses akreditasi terbentuk di lingkungan MI Mirqotul Ulum. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MI Mirqotul Ulum menerapkan strategi berbasis kolaborasi dan nilai-nilai pesantren untuk memenuhi standar akreditasi. Kendala utama yang dihadapi meliputi keterbatasan SDM, beban administratif, serta kurangnya pemahaman terhadap sistem akreditasi berbasis digital. Peran yayasan dan komunitas pesantren terbukti sangat penting dalam memberikan dukungan moral, spiritual, dan material selama proses akreditasi berlangsung. Selain itu, legitimasi sosial terhadap akreditasi di mata komunitas sekolah bersifat variatif; sebagian besar mulai memahami pentingnya akreditasi sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pelatihan teknis, penguatan literasi akreditasi, serta pembentukan budaya mutu yang berkelanjutan di lingkungan madrasah.