Studi ini berfokus pada identifikasi hambatan dalam proses pembelajaran yang disebabkan oleh kekurangan fasilitas dan infrastruktur, sebagaimana dialami oleh guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di SDN 1 Lewo, Tasikmalaya. Penelitian ini dilakukan di sebuah sekolah dasar di mana fasilitas tersebut terbatas atau tidak memadai. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara dengan satu guru PJOK dan dua guru kelas. Selain itu, dokumen-dokumen relevan dianalisis untuk mendukung temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakhadiran lapangan olahraga yang memadai dan bahan ajar menjadi hambatan bagi proses pembelajaran yang efektif. Untuk memperbaiki situasi ini, disarankan adanya kerja sama antara sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk berinvestasi bersama dalam perluasan dan perbaikan fasilitas yang ada. Hasil penelitian ini bertujuan untuk memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kualitas pendidikan PJOK di SDN 1 Lewo Tasikmalaya.