Studi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat kebisingan mesin kapal terhadap fungsi pendengaran dan stres kerja pada teknisi mesin kapal. Pengumpulan data dilakukan selama 30 hari di pelabuhan Merak, Banten, menggunakan metode survei dengan melibatkan teknisi mesin sebagai subjek dan pengukuran kebisingan menggunakan sound level meter yang telah dikalibrasi. Hasil menunjukkan bahwa nilai kebisingan saat mesin beroperasi penuh berkisar antara 70,3-104 dB(A), sementara saat dalam keadaan stasioner berkisar 59,2-77,5 dB(A). Data mengindikasikan bahwa usia mesin tidak mempengaruhi tingkat kebisingan. Penanggulangan yang dianjurkan meliputi penggunaan alat pelindung telinga, pelumasan mesin secara teratur, dan pemasangan peredam suara untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan seperti stres, sakit kepala, dan tekanan darah tinggi akibat kebisingan.