Fenomena "Fear of Missing Out" (FOMO), yang ditandai dengan kecemasan akan ketinggalan informasi di media sosial, semakin meluas di kalangan remaja dan dewasa karena kemajuan teknologi yang pesat. FOMO memiliki ciri-ciri seperti perasaan gelisah, cemas berkelanjutan, stress dan gangguan tidur. Artikel ini bertujuan untuk menganalisa fenomena FOMO dikaji dengan psikologi agama Islam sebagai upaya alternatif dalam pendekatan solusi untuk merawat kesehatan mental. Disertasi pustaka menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam seperti qana’ah (kepuasan batin), tawakal (berserah diri), dzikir (mengingat Allah), self control mampu menekan dampak psikologis dari FOMO. Meskipun tergolong pendekatan sederhana, efeknya begitu kuat dari segi batin serta daya ungkap bersyukur diwujudkan setelah menundukkan diri pada Allah SWT. Pentingnya kekuatan iman dalam mendampingi kesadaran digital untuk para pengguna saat teknologi tanpa batas demi menjaga kesehatan mental umat manusia.