Kebisingan dan getaran merupakan fenomena umum yang terjadi dalam sistem permesinan kapal, yang dapat mempengaruhi kenyamanan kru, keamanan struktur kapal, serta efisiensi operasional. Penelitian ini dilakukan pada kapal sinar lakafehan, di mana terdeteksi tingkat kebisingan dan getaran yang tinggi di area kemudi dan akomodasi kru. Melalui metode observasi lapangan dan pengukuran langsung menggunakan alat Sound Level Meter dan Vibration Analyzer, ditemukan bahwa getaran berasal dari misalignment pada poros propulsi serta peredaman akustik yang kurang optimal. Data yang diperoleh dianalisis dan dibandingkan dengan standar IMO dan ISO. Hasilnya menunjukkan bahwa beberapa titik memiliki nilai melebihi ambang batas yang direkomendasikan. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan flexible mounting, balancing shaft, serta penambahan material peredam suara sebagai solusi jangka panjang.