Getaran pada kapal merupakan fenomena kompleks yang dapat berdampak signifikan terhadap struktur, performa operasional, dan kenyamanan awak kapal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak getaran terhadap struktur dan performa kapal melalui implementasi sistem pemantauan berbasis sensor MEMS (Micro-Electro-Mechanical Systems). Metodologi penelitian meliputi pemasangan jaringan sensor MEMS pada lokasi-lokasi kritis di kapal kontainer berukuran sedang, pengumpulan data secara real-time selama operasi pelayaran, serta analisis data menggunakan metode FFT (Fast Fourier Transform) dan wavelet. Penelitian ini mengembangkan model prediktif berbasis machine learning untuk mengidentifikasi pola getaran abnormal dan mengkorelasikannya dengan kondisi sistem propulsi, struktur lambung, dan efisiensi bahan bakar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemantauan getaran secara real-time dapat mendeteksi anomali pada sistem propulsi hingga 72 jam sebelum terjadi kegagalan, mengidentifikasi penurunan integritas struktur kapal pada tahap awal, serta mengkorelasikan peningkatan getaran dengan kenaikan konsumsi bahan bakar sebesar 7-12%. Implementasi sistem pemantauan berbasis sensor MEMS ini terbukti dapat mengoptimalkan jadwal pemeliharaan preventif, memperpanjang umur komponen kapal, dan meningkatkan efisiensi operasional secara keseluruhan. Meskipun demikian, tantangan dalam implementasi termasuk kebutuhan instalasi dan kalibrasi yang presisi, serta pengolahan data yang kompleks untuk membedakan getaran normal dan abnormal dalam berbagai kondisi operasi kapal.