Proyek pembangunan Building Facility and Camp di Site Buhut, Kalimantan Tengah, terletak di wilayah terpencil yang belum terjangkau jaringan listrik PLN, sehingga seluruh kebutuhan listrik dipenuhi oleh dua unit genset berbahan bakar solar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi sistem kelistrikan yang digunakan, dengan fokus pada pola distribusi daya, konsumsi bahan bakar, dan potensi penerapan energi alternatif. Metode penelitian yang digunakan meliputi observasi lapangan, pengukuran parameter teknis, serta analisis data konsumsi energi dan biaya operasional selama dua periode (Januari–Februari 2025). Hasil penelitian menunjukkan adanya ketidakefisienan signifikan, yang disebabkan oleh distribusi daya yang tidak optimal, penggunaan peralatan listrik yang tidak hemat energi, serta belum diterapkannya sistem berbasis energi terbarukan. Setelah penerapan sistem hybrid genset-panel surya pada Februari 2025, terjadi penurunan konsumsi bahan bakar solar hingga 15,7%, pengurangan biaya operasional, serta penurunan emisi karbon. Rekomendasi yang dihasilkan meliputi pengoptimalan distribusi beban, penggunaan perangkat hemat energi, serta pemeliharaan genset secara terencana. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam penyusunan strategi efisiensi energi untuk proyek-proyek serupa di daerah tanpa akses listrik PLN.