Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana praktik kekuasaan dan pengetahuan lokal bekerja dalam pelaksanaan tradisi Festival Kenango di Kabupaten Bangka, dengan menggunakan teori governmentality sebagai kerangka analisis. Festival ini merupakan tradisi tahunan yang mengalami perubahan dalam bentuk pelaksanaan dan keterlibatan aktor, terutama antara Pemerintah Daerah dan masyarakat. Temuan menunjukkan bahwa praktik governmentality berlangsung melalui tiga mekanisme utama: aturan, pengawasan, dan pengalihan tanggung jawab sosial. Ketiganya berdialektika dan membentuk kondisi di mana masyarakat terdorong untuk mengatur diri sendiri berdasarkan pengetahuan lokal yang berangkat dari norma serta nilai yang telah diinternalisasi. Dialektika inilah yang melahirkan praktik kekuasaan, di mana kekuasaan bergeser dari kendali Pemerintah Daerah menjadi bentuk pengaturan mandiri oleh masyarakat. Festival Kenango menjadi contoh konkret bagaimana governmentality bekerja dalam praktik budaya lokal.