Perguruan tinggi sebagai institusi pendidikan tidak terlepas dari potensi konflik yang dapat berkembang menjadi tindakan kekerasan jika tidak dikelola dengan baik. Penelitian kepustakaan ini bertujuan untuk menganalisis peran manajemen konflik dalam meminimalisir potensi kejadian kekerasan di perguruan tinggi. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber pustaka yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi manajemen konflik yang efektif dapat mengurangi eskalasi konflik menjadi kekerasan melalui identifikasi dini, mediasi, dan resolusi konstruktif. Strategi manajemen konflik yang tepat meliputi pembentukan sistem peringatan dini, pelatihan keterampilan komunikasi, mediasi profesional, dan kebijakan institusional yang jelas. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen konflik yang proaktif dan terstruktur merupakan kunci dalam menciptakan lingkungan perguruan tinggi yang aman dan kondusif untuk pembelajaran.