Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh modul ajar berbasis Teaching Factory (TEFA) terhadap motivasi belajar siswa pada jurusan Teknik Pemesinan di SMK Negeri 1 Batipuh. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya integrasi antara proses pembelajaran di sekolah dengan dunia industri, di mana Teaching Factory menjadi salah satu model pembelajaran yang mendekatkan siswa pada pengalaman kerja riil. Namun demikian, efektivitas penerapan Teaching Factory sangat ditentukan oleh perangkat ajar yang digunakan, salah satunya adalah modul pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen dan desain non-equivalent control group design. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas XI Teknik Pemesinan, masing-masing 32 siswa, yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, observasi, dan dokumentasi, sementara uji validitas dan reliabilitas dilakukan sebelum penyebaran instrumen. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara motivasi belajar siswa yang menggunakan modul ajar berbasis Teaching Factory dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Siswa dalam kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan motivasi belajar yang lebih tinggi, ditandai dengan semangat, ketekunan, dan minat belajar yang lebih baik. Dengan demikian, modul ajar berbasis TEFA terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa SMK dan dapat menjadi solusi dalam penyelenggaraan pembelajaran vokasional yang kontekstual dan aplikatif.