Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya tuntutan dunia kerja pada era Revolusi Industri 4.0 yang menempatkan soft skill sebagai faktor penting keberhasilan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Keterampilan seperti komunikasi efektif, kerja sama tim, kepemimpinan, adaptasi, dan etika kerja terbukti lebih menentukan kesuksesan dibandingkan penguasaan hard skill. Observasi awal di SMK Negeri 1 Bukittinggi menunjukkan sebagian siswa kelas XII masih memiliki rasa percaya diri, kemampuan komunikasi, dan pengelolaan konflik yang rendah, sehingga berpotensi menghambat kesiapan kerja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional, melibatkan seluruh siswa kelas XII sebagai populasi, dan sampel diambil melalui proportionate stratified random sampling. Instrumen berupa kuesioner skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis dilakukan dengan uji korelasi Pearson, koefisien determinasi, dan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa soft skill dan kesiapan kerja siswa berada pada kategori baik, dengan hubungan positif signifikan (r = tinggi) dan kontribusi soft skill yang besar terhadap kesiapan kerja. Temuan ini menegaskan peran strategis soft skill dalam mempersiapkan lulusan SMK menghadapi tantangan industri, sehingga perlu integrasi pengembangannya dalam kurikulum dan kerja sama yang lebih erat dengan dunia usaha/industri.