Pembelajaran teknik pemesinan bubut di SMK memiliki risiko tinggi sehingga memerlukan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta sikap kerja positif untuk menjamin keselamatan dan kualitas hasil praktik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi pengetahuan K3 dan sikap kerja terhadap nilai praktik teknik pemesinan bubut siswa kelas XI SMK Negeri 1 Bukittinggi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan desain ex post facto. Sampel berjumlah 38 siswa yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Data dikumpulkan melalui angket dan dokumentasi nilai praktik, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan K3 (rhitung = 0,896) dan sikap kerja (rhitung = 0,915) berkontribusi signifikan terhadap nilai praktik. Secara simultan, kedua variabel memberikan kontribusi kuat terhadap pencapaian nilai praktik siswa. Koefisien determinasi menunjukkan proporsi kontribusi yang tinggi, mengindikasikan bahwa mayoritas variasi nilai praktik dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut. Disimpulkan bahwa peningkatan pengetahuan K3 dan pembiasaan sikap kerja positif sangat diperlukan untuk menunjang keberhasilan pembelajaran praktik di SMK.