Kesepian merupakan masalah global yang berdampak pada kesehatan fisik dan mental. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi peran kecerdasan buatan (AI) dalam mengurangi kesepian pada berbagai kelompok, khususnya lansia dan mahasiswa. Metode yang digunakan adalah studi pustaka kualitatif terhadap sepuluh jurnal internasional tentang penerapan AI, termasuk chatbot sosial, agen percakapan, dan robot pendamping. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa AI dapat menurunkan skor kesepian melalui tiga mekanisme utama: menyediakan interaksi rutin, memfasilitasi hubungan sosial, dan memberikan dukungan emosional konsisten. Robot sosial seperti PARO, LOVOT, dan ElliQ efektif pada lansia, sedangkan chatbot lebih sesuai bagi pengguna dengan literasi teknologi tinggi. Keberhasilan intervensi dipengaruhi oleh durasi, frekuensi, personalisasi, dan integrasi dukungan manusia. Faktor budaya, etika, dan keamanan data menjadi penentu penerimaan. Temuan ini memberikan dasar strategis bagi pengembangan intervensi AI adaptif dan berbasis bukti untuk meningkatkan kesejahteraan sosial dan emosional.