Upaya ketahanan pangan berkelanjutan masih menjadi tantangan massive di berbagai wilayah, salah satunya Kelurahan Jombor, Sukoharjo. Studi ini bertujuan untuk menelaah dan mengkaji inovasi produksi teh “Kinasih” berbahan dasar Kemangi (Ocimum basilicum) dan Jahe (Zingiber officinale) yang dihasilkan dari lahan Kelompok Wanita Tani (KWT) Guyub Rukun, yang menjadi solusi pemberdayaan perempuan serta optimalisasi sumber daya lokal dari lahan milik bersama. Agroekologi menjadi pendekatan yang dipilih dan diaplikasikan dalam pembudidayaan tanaman herbal serta pengolahan sederhana yang ramah lingkungan untuk menghasilkan produk inovasi minuman yang bisa menyumbangkan kontribusi dalam berbagai aspek seperti sosial, ekonomi, dan ekologi. Metode penelitian secara primer dan sekunder dengan menggabungkan data kualitatif dan kuantitatif digunakan untuk meneliti dan mengidentifikasi peran perempuan dalam siklus produksi dan dampaknya terhadap ketahanan pangan berkelanjutan keluarga, teknik pembudidayaan dan teknologi-teknologi yang bisa diterapkan demi mendukung sustainability agriculture.