Proses persalinan merupakan peristiwa fisiologis yang sering kali menimbulkan komplikasi berupa laserasi perineum yang berdampak pada timbulnya nyeri, sehingga dapat mengganggu aktivitas ibu postpartum. Penatalaksanaan nyeri dapat dilakukan dengan metode farmakologis maupun nonfarmakologis, salah satunya adalah pemberian kompres dingin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian kompres dingin pada pasien postpartum yang mengalami laserasi perineum dengan masalah utama nyeri. Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif pada satu responden yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu pasien postpartum dengan laserasi perineum derajat II, memiliki skala nyeri sedang (4–6), tidak menggunakan terapi analgetik, dan bersedia menjadi responden. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, serta dokumentasi asuhan keperawatan, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dilakukan pemberian kompres dingin selama tiga hari, intensitas nyeri responden menurun secara signifikan dari skala 4–6 menjadi skala 1, disertai perbaikan kualitas tidur serta peningkatan kenyamanan pasien. Kesimpulannya, pemberian kompres dingin terbukti efektif dalam menurunkan nyeri akibat laserasi perineum pada ibu postpartum, sehingga dapat direkomendasikan sebagai intervensi nonfarmakologis yang sederhana, aman, dan mudah diaplikasikan baik oleh tenaga kesehatan maupun keluarga.