Persaingan bisnis pada subsektor ritel yang semakin ketat menuntut perusahaan untuk menjaga stabilitas dan meningkatkan kinerja keuangan. Salah satu cara untuk menilai kinerja keuangan adalah dengan menganalisis laporan keuangan melalui rasio keuangan. Current Ratio digunakan untuk melihat kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya, sedangkan Debt to Equity Ratio menunjukkan struktur pendanaan perusahaan melalui perbandingan antara utang dan modal sendiri. Kedua rasio ini penting karena likuiditas dan struktur modal dapat memengaruhi kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba yang tercermin pada Return on Assets. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan perusahaan subsektor retail di Bursa Efek Indonesia periode 2021–2023. Analisis dilakukan dengan SPSS versi 26 melalui uji statistik deskriptif, uji asumsi klasik, regresi linier berganda, uji t, uji F, serta koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan uji t, Current Ratio berpengaruh negatif signifikan terhadap Kinerja Keuangan (Return on Assets) dengan nilai signifikansi 0,000 (<0,05), sementara Debt to Equity Ratio juga berpengaruh negatif signifikan terhadap Kinerja Keuangan (Return on Assets) dengan nilai signifikansi 0,000 (<0,05). Selanjutnya, hasil uji F menyatakan bahwa Current Ratio dan Debt to Equity Ratio secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan subsektor ritel.