Kontrasepsi suntik 3 bulan merupakan salah satu metode kontrasepsi hormonal yang banyak digunakan di Indonesia karena praktis, efektif, dan jangka waktunya panjang. Namun, penggunaannya dapat menimbulkan efek samping, salah satunya kenaikan berat badan yang dapat memengaruhi kenyamanan, kepercayaan diri, serta menjadi pertimbangan dalam pemilihan metode kontrasepsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik akseptor KB suntik 3 bulan berdasarkan umur, pendidikan, pekerjaan, dan paritas, mengetahui distribusi lama pemakaian serta kenaikan berat badan berlebih, dan menganalisis hubungan antara lama pemakaian dengan kenaikan berat badan berlebih pada akseptor KB suntik 3 bulan di Puskesmas Piyungan Tahun 2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah 69 akseptor KB suntik 3 bulan dengan sampel 41 responden yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Data dikumpulkan melalui kartu KB dan pengukuran berat badan, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berusia >35 tahun (5.2%), berpendidikan menengah (63.4%), tidak bekerja (70.7%), dan multipara (75.6%). Mayoritas responden menggunakan KB suntik 3 bulan >3 tahun (43.3%) dan mengalami kenaikan berat badan >5 kg (53,6%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p- value=0.367 (p>0.05) yang berarti tidak terdapat hubungan signifikan antara lama pemakaian dengan kenaikan berat badan berlebih.