Pembelajaran seni tari di sekolah dasar memiliki peran penting dalam membentuk kreativitas, ekspresi diri, serta pengembangan karakter siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran seni tari berbasis hybrid learning sebagai solusi inovatif dalam meningkatkan keterlibatan siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan melibatkan 2 guru dan 32 siswa kelas IV–V di salah satu sekolah dasar di Kabupaten Balangan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles & Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hybrid learning mampu meningkatkan antusiasme belajar, keberanian siswa mengekspresikan gerakan tari, serta melibatkan peran orang tua dalam proses belajar di rumah. Kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan perangkat dan jaringan internet, namun dapat diatasi melalui strategi adaptif guru berupa penyediaan materi sederhana, sesi remedial tatap muka, serta penilaian yang fleksibel. Dengan demikian, pembelajaran seni tari berbasis hybrid learning dapat menjadi alternatif efektif dalam mendukung pelestarian budaya sekaligus pengembangan kreativitas dan karakter siswa sekolah dasar.