Kebersihan organ reproduksi, khususnya vulva hygiene selama menstruasi, merupakan faktor penting dalam menjaga kesehatan remaja putri. Data WHO melaporkan lebih dari 50% perempuan di dunia masih memiliki kebiasaan yang buruk saat menstruasi, sedangkan di Indonesia sekitar 63 juta remaja menghadapi praktik kebersihan menstruasi yang kurang memadai sehingga berpotensi menimbulkan keputihan, infeksi saluran kemih, hingga kanker serviks. Hasil survei awal di SMP Negeri 2 Gamping menunjukkan sebagian besar siswi belum memahami vulva hygiene dengan benar, ditandai 80% penggunaan pembalut yang tidak tepat dan 60% cara pembersihan genetalia yang keliru. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan remaja putri tentang perilaku vulva hygiene selama menstruasi di SMP Negeri 2 Gamping kelas VIII tahun 2025 menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah 110 siswi kelas VIII, dengan sampel 30 responden yang dipilih melalui simple random sampling. Instrumen berupa kuesioner tertutup berjumlah 25 item dalam bentuk benar-salah melalui Google Form, kemudian dianalisis secara univariat dengan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 14 tahun (76,7%) dan mengalami menarche pada usia >12 tahun (63,3%), serta tingkat pengetahuan mengenai vulva hygiene selama menstruasi sebagian besar berada pada kategori baik yaitu 27 siswi (90,0%), 2 siswi (6,7%) kategori cukup, dan 1 siswi (3,3%) kategori kurang. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa remaja putri SMP Negeri 2 Gamping memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai vulva hygiene saat menstruasi.