Anemia merupakan kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah sehat, terjadi penurunan kadar hemoglobin, atau berkurangnya volume total sel darah merah dalam sirkulasi, dengan kriteria ibu hamil dikatakan anemia apabila kadar Hb <11 g/dL. Menurut WHO prevalensi anemia pada ibu hamil di seluruh dunia mencapai 41,8%, dengan persentase yang sama juga terjadi di Indonesia. Di Daerah Istimewa Yogyakarta prevalensi anemia ibu hamil mencapai 59,93%, dengan angka tertinggi di Kabupaten Bantul sebanyak 1.849 kasus. Kondisi ini menunjukkan pentingnya intervensi gizi untuk meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik responden berupa pendidikan, pekerjaan, usia, serta rata-rata nilai hemoglobin dan pengaruh pemberian jus buah bit serta tablet Fe terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil anemia di Puskesmas Piyungan Bantul tahun 2025. Penelitian menggunakan desain kuantitatif pre- eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest pada 13 ibu hamil anemia yang dipilih melalui total sampling. Intervensi berupa pemberian jus buah bit selama satu minggu disertai tablet Fe, dengan pemeriksaan kadar hemoglobin dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan alat hemoglobin. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan antara kadar hemoglobin sebelum dan sesudah pemberian, dengan nilai rata-rata sebelum minum jus buah bit sebesar 0,023 dan sesudahnya meningkat menjadi 0,078, yang menunjukkan distribusi normal. Pemberian jus buah bit bersama tablet Fe terbukti dapat meningkatkan kadar hemoglobin ibu hamil anemia. Disimpulkan bahwa kombinasi intervensi tersebut berpengaruh terhadap perbaikan status hemoglobin ibu hamil sehingga dapat dijadikan alternatif dukungan gizi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan anemia pada kehamilan.