Masa remaja merupakan masa peralihan menuju kedewasaan yang rentan terhadap perilaku seksual pranikah. WHO (2022) melaporkan 50% remaja Asia Tenggara telah melakukan hubungan seksual pranikah, sementara di Indonesia prevalensinya mencapai 15–20% dengan angka kelahiran remaja tahun 2023 sebesar 41,3 per 1000 wanita usia subur. Di Daerah Istimewa Yogyakarta, tahun 2022 tercatat 225 remaja usia sekolah mengalami kehamilan, dan 84% pernikahan dini dipicu oleh kehamilan tidak direncanakan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan media leaflet terhadap pengetahuan remaja tentang bahaya seks bebas di SMP Negeri 2 Gamping tahun 2025. Metode penelitian menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan pre-test dan post-test pada 63 siswa kelas VII yang dipilih melalui proportional random sampling. Instrumen berupa kuesioner berisi 25 item pertanyaan valid (r > 0,444) dan reliabel (Cronbach’s Alpha = 0,902). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan seluruh responden (100%) mencapai kategori pengetahuan baik setelah intervensi, dengan selisih rata-rata 3,651 antara nilai pre-test dan post-test, serta p = 0,000 (p < 0,05). Disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan dengan media leaflet berpengaruh signifikan dalam meningkatkan pengetahuan remaja mengenai bahaya seks bebas.