Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi berperan penting dalam mendukung pertumbuhan, imunitas, dan perkembangan anak. Secara global cakupan ASI eksklusif tahun 2022 mencapai 48%, sementara di Indonesia pada tahun 2023 sebesar 63,9%, masih di bawah target nasional 80%. Di Provinsi DIY cakupan ASI eksklusif tercatat 76,3%, sedangkan di Puskesmas Wonosari II tahun 2024 tingkat keberhasilannya mencapai 89,78%. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang teknik menyusui dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Wonosari II tahun 2025. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional dan random sampling terhadap 78 ibu yang memiliki bayi usia 6–24 bulan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki pengetahuan baik tentang teknik menyusui (71,8%) dan sebanyak 65,4% berhasil memberikan ASI eksklusif. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan ibu tentang teknik menyusui dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif (p=0,001). Kesimpulannya, pengetahuan ibu mengenai teknik menyusui berhubungan dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif sehingga edukasi dan penyuluhan melalui layanan kesehatan primer perlu terus ditingkatkan.