Pendidikan seks bagi anak masih diperdebatkan karena dianggap tabu dan berbenturan dengan nilai budaya serta agama. Film OMG 2 (2023) merepresentasikan isu ini melalui pertarungan wacana antara pengetahuan tradisional India yang bersumber dari ajaran Hindu kuno dan pengetahuan modern Barat yang cenderung menutup pembahasan seksualitas. Penelitian ini menggunakan metode Analisis Wacana Kritis Teun A. Van Dijk pada lima adegan utama film untuk menganalisis dimensi struktur teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Hasilnya menunjukkan bahwa film ini membangun oposisi antara keterbukaan berbasis tradisi Hindu dan pandangan konservatif yang men-tabukan pendidikan seks. Ketegangan tersebut merefleksikan pengaruh kolonialisme dan nilai konservatif dalam masyarakat India sekaligus mengkritik minimnya edukasi seks yang berdampak pada kerentanan anak. Penelitian menyimpulkan bahwa OMG 2 berfungsi tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai medium kritik sosial yang menegaskan pentingnya pendidikan seks sejak dini. Temuan ini diharapkan memberi kontribusi akademik bagi kajian wacana film serta menjadi bahan refleksi praktis dalam merumuskan strategi pendidikan seks yang peka budaya namun berpihak pada kepentingan anak.