Angka kematian bayi akibat infeksi tali pusat masih menjadi masalah kesehatan global yang serius. WHO mencatat sekitar 1,3 juta bayi meninggal akibat infeksi tali pusat pada tahun 2021. Di Indonesia, kejadian infeksi pada bayi baru lahir berkisar 24–34%, dengan infeksi tali pusat menempati penyebab kematian kedua setelah asfiksia neonatorum. Pengetahuan ibu nifas tentang perawatan tali pusat sangat penting dalam mencegah komplikasi dan menurunkan angka kematian bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu nifas tentang perawatan tali pusat pada bayi baru lahir di Klinik Pratama Rawat Inap Zam Zam Medica Bantul tahun 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu nifas yang melahirkan di klinik tersebut sebanyak 30 orang, dengan teknik total sampling sehingga seluruh populasi dijadikan sampel. Instrumen penelitian berupa kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan secara univariat dengan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 93,3% responden memiliki pengetahuan baik, 6,7% berpengetahuan cukup, dan tidak ada yang berpengetahuan kurang. Karakteristik responden mayoritas berusia 20–35 tahun (73,3%), berpendidikan SMA (60%), dan multipara dengan dua anak (46,7%). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu nifas tentang perawatan tali pusat pada bayi baru lahir di Klinik Pratama Rawat Inap Zam Zam Medica termasuk dalam kategori baik. Hal ini mengindikasikan adanya efektivitas program edukasi yang diberikan oleh tenaga kesehatan dalam meningkatkan pemahaman ibu nifas mengenai perawatan tali pusat yang benar untuk mencegah komplikasi infeksi pada bayi baru lahir.