Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami bagaimana peran penyuluh agama Kristen dalam memulihkan rasa percaya diri narapidana, khususnya mereka yang terjerat kasus narkoba di Lapas Klas IIB Siborongborong. Informan penelitian ditentukan dengan teknik purposive sampling, di mana dari 103 populasi narapidana kristen yang terjerat kasus narkoba, peneliti mengambil 5 orang sebagai informan penelitian. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan paradigma konstruktivisme. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi terhadap lima narapidana serta penyuluh agama Kristen yang melayani di Lapas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluh agama Kristen berperan dalam memulihkan kepercayaan diri narapidana melalui pendekatan, seperti bimbingan kerohanian, konseling pribadi, pendampingan rohani, serta pemberian motivasi. Melalui bimbingan rohani yang intensif, narapidana merasa lebih dihargai, memiliki makna hidup, memiliki komitmen untuk hidup baru, dan mulai percaya pada kemampuan diri sendiri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberadaan penyuluh agama Kristen memiliki peran yang sangat penting dalam proses pemulihan kepercayaan diri narapidana, sehingga menjadi fondasi yang penting dalam proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial mereka.