Penelitian ini bertujuan untuk peran penyuluh agama Kristen dalam memberikan motivasi hidup narapidana di Lapas Kelas II-B Siborong-borong. Fokus penelitian diarahkan pada tiga fungsi utama penyuluh, yaitu fungsi informatif/edukatif, konsultatif, dan advokatif, serta faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi keinginan berubah narapidana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Untuk menjaga keabsahan data, penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluh agama Kristen berperan penting dalam membangkitkan motivasi hidup narapidana. Melalui fungsi informatif/edukatif, penyuluh memberikan pengajaran iman, nilai moral, dan bimbingan rohani yang menumbuhkan kesadaran serta tekad narapidana untuk berubah. Fungsi konsultatif terlihat dalam bentuk konseling dan pendampingan personal yang membantu narapidana mengatasi rasa bersalah, tekanan psikologis, serta menumbuhkan harapan baru. Sementara itu, fungsi advokatif diwujudkan dengan menjembatani kebutuhan narapidana kepada pihak lapas maupun keluarga sehingga mereka memperoleh dukungan sosial dan fasilitas pembinaan.Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi keinginan berubah narapidana meliputi faktor spiritual, faktor psikologis, faktor sosial, serta faktor fasilitas pembinaan. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa penyuluh agama Kristen memiliki kontribusi signifikan dalam proses pembinaan narapidana, sejalan dengan tujuan pemasyarakatan untuk mengembalikan mereka menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi masyarakat.