Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran orang tua dan guru PAK serta mendeskripsikan dampak sinergi antara keduanya dalam membentuk kecerdasan spiritual peserta didik kelas X di SMA Negeri 1 Sorkam Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan satu guru PAK, empat orang tua, dan empat peserta didik, observasi partisipan, dan studi dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik model Braun dan Clarke. Temuan penelitian mengungkap enam tema utama: (1) Kesadaran komunal akan pentingnya kecerdasan spiritual sebagai fondasi hidup; (2) Strategi dan metode pembinaan spiritual yang variatif oleh guru PAK di sekolah; (3) Peran orang tua melalui instruksi atau dorongan terhadap anak secara langsung; (4) Kesenjangan sistemik dan lemahnya sinergi antara sekolah dan keluarga; (5) Dampak positif pembinaan yang terlihat pada kedewasaan dan karakter peserta didik; serta (6) Berbagai tantangan internal dan eksternal. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa meskipun orang tua dan guru PAK memiliki kesadaran yang tinggi tentang perlunya kecerdasan spiritual, namun upaya mereka belum optimal dan belum sinergis. Peran orang tua cenderung minimalis dan instruktif, sementara upaya guru PAK terisolasi akibat tidak adanya infrastruktur komunikasi yang memadai. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan pembangunan mekanisme komunikasi yang terstruktur dan berkelanjutan antara sekolah dan orang tua, seperti forum rutin dan program parenting, untuk mentransformasikan kesadaran kolektif menjadi aksi kolektif yang efektif dalam membentuk kecerdasan spiritual peserta didik.