Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab keengganan jemaat dalam mengungkap pengalaman terkait kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Huria Kristen Indonesia (HKI) Resort Purbatua. KDRT di kalangan jemaat saat ini merupakan masalah serius yang mengancam keharmonisan rumah tangga serta kesehatan mental individu. Metodologi yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan lima informan yang pernah mengalami KDRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan keengganan jemaat untuk menceritakan pengalaman KDRT kepada pendetan yaitu adalah budaya yang patriaki, stigma sosial (aib), dan ekonomi. Berdasarkan hasil penelitian maka ini peneliti merekomendasikan agar pendeta meningkatkan upaya mendalam terkait pendidikan, konseling pastoral, dan pemberdayaan ekonomi guna menciptakan lingkungan yang aman bagi jemaat. Melalui kolaborasi dengan lembaga eksternal, penanganan kasus KDRT yang terhambat dapat dilakukan secara lebih efektif di masa mendatang.