Pengelolaan sampah masih menjadi masalah serius di Indonesia, khususnya di daerah pedesaan yang memiliki keterbatasan infrastruktur. Desa Cibitung, Kecamatan Sagaranten, menghadapi persoalan serupa dengan rendahnya kesadaran warga dalam memilah dan mengelola sampah. Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2025 menginisiasi pendirian Bank Sampah berbasis sistem barter sebagai solusi inovatif. Model ini memungkinkan masyarakat menukar sampah anorganik (botol plastik, kardus, logam) dengan kebutuhan sehari-hari dan perlengkapan pendidikan. Pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) digunakan dengan tahapan discover, dream, design, define, destiny. Hasil implementasi awal menunjukkan peningkatan partisipasi warga dalam pemilahan sampah, pengurangan timbulan sampah rumah tangga, serta terciptanya nilai ekonomi melalui mekanisme barter. Program ini juga berdampak pada pemberdayaan ibu rumah tangga, pemuda, dan penguatan gotong royong masyarakat. Dengan dukungan perangkat desa dan mahasiswa KKN, Bank Sampah berbasis barter berpotensi menjadi model ekonomi sirkular yang berkelanjutan di tingkat desa.