Permasalahan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di industri manufaktur masih menjadi isu krusial dalam penerapan produksi bersih dan berkelanjutan. Salah satu sumber limbah B3 berasal dari proses pencetakan kode produksi menggunakan mesin coding berbasis tinta dan solvent. Inovasi penerapan Smartlase Coding Laser dikembangkan untuk menggantikan sistem coding tinta pada lini produksi AQUA 1500 ml (SPS Line). Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas penggunaan teknologi laser dalam mengurangi limbah B3 dan menurunkan biaya operasional. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus di lini produksi. Hasil menunjukkan bahwa penerapan Smartlase Coding Laser mampu menurunkan beban limbah B3 hingga 0,03 ton per tahun dan menghasilkan penghematan biaya sebesar Rp 2.000.000 per tahun dari pengurangan pembelian lap majun serta biaya pengolahan limbah. Inovasi ini membuktikan efektivitas teknologi laser dalam mendukung konsep green manufacturing, efisiensi energi, dan keberlanjutan proses produksi industri minuman dalam kemasan.