Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat kemiskinan dan tingkat pengangguran terbuka terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di kabupaten/kota Provinsi Jambi, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui pertumbuhan ekonomi sebagai variabel intervening. Penelitian ini menggunakan data panel dari 11 kabupaten/kota di Provinsi Jambi selama periode 2014–2023. Metode yang digunakan adalah analisis jalur (path analysis) dengan pendekatan regresi data panel, yang mencakup pemilihan model menggunakan uji Chow, uji Hausman, serta uji Lagrange Mulltiplier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan dan tingkat pengangguran terbuka memiliki pengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi. Secara langsung, kedua variabel tersebut juga berpengaruh negatif terhadap IPM. Selain itu, pertumbuhan ekonomi terbukti berpengaruh positif terhadap IPM, dan berperan sebagai variabel intervening dalam hubungan antara kemiskinan dan pengangguran terhadap IPM. Hal ini mengindikasikan bahwa upaya peningkatan IPM di Provinsi Jambi perlu dilakukan melalui pengurangan angka kemiskinan dan pengangguran, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.