Air merupakan salah satu sumber daya alam penting yang sangat menentukan keberhasilan dalam sektor pertanian dan perkebunan. Namun, ketersediaan air yang terbatas, terutama pada musim kemarau, sering kali menjadi kendala utama bagi petani dalam menjaga produktivitas tanaman dan keberlanjutan usaha tani mereka. Kondisi ini diperparah oleh perubahan iklim global yang menyebabkan pergeseran musim hujan dan kemarau yang tidak menentu. Oleh karena itu, diperlukan inovasi sederhana yang mampu mengoptimalkan penggunaan air secara efisien tanpa membebani petani dari sisi biaya dan tenaga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai tantangan dan peluang penerapan sistem irigasi tetes dari botol bekas di lahan perkebunan Desa Sumber Melati, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan petani, serta dokumentasi penerapan sistem irigasi tetes sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama dalam penerapan sistem ini meliputi keterbatasan pengetahuan teknis masyarakat, kebiasaan petani yang masih menggunakan metode penyiraman manual, serta keterbatasan waktu dan tenaga dalam proses pembuatan dan pemeliharaan alat. Meskipun demikian, sistem irigasi tetes dari botol bekas memberikan berbagai peluang positif seperti efisiensi penggunaan air yang signifikan, biaya penerapan yang sangat rendah, kemudahan dalam pembuatan dan pengoperasian, serta kontribusi nyata terhadap pengurangan limbah plastik di lingkungan sekitar. Selain itu, penerapan sistem ini juga dapat meningkatkan kelembapan tanah secara stabil, memperbaiki kualitas pertumbuhan tanaman, dan membantu meningkatkan hasil panen pada lahan perkebunan skala kecil. Dengan demikian, sistem irigasi tetes dari botol bekas memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih luas di masyarakat pedesaan sebagai solusi inovatif, ramah lingkungan, hemat biaya, dan berkelanjutan dalam mendukung ketahanan pangan serta konservasi sumber daya air di tingkat lokal.