Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penerapan model pembelajaran Teaching Factory dengan motivasi belajar siswa pada program keahlian Teknik Pemesinan di SMK Semen Padang. Latar belakang penelitian ini berangkat dari kebutuhan pendidikan vokasi untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memiliki motivasi belajar tinggi agar mampu beradaptasi dengan tuntutan dunia industri. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian berjumlah 92 siswa yang diambil menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui angket skala Likert dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif serta uji inferensial, meliputi uji normalitas, linearitas, heteroskedastisitas, korelasi Pearson, dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Teaching Factory berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar siswa, dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,411 dan nilai signifikansi 0,000. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,524 menunjukkan bahwa Teaching Factory berkontribusi sebesar 52,4% terhadap motivasi belajar, sementara 47,6% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Dengan demikian, penerapan Teaching Factory dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di lingkungan pendidikan kejuruan.