Pertumbuhan industri tambak udang di Desa Tanjung Kelumpang telah menimbulkan persoalan sosial dan ekologis yang berdampak pada kehidupan masyarakat pesisir. Penelitian ini merumuskan permasalahan mengenai bentuk risiko sosial, ekonomi, dan ekologis akibat limbah industri tambak udang serta implikasinya terhadap kehidupan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dampak limbah tambak udang dan menjelaskan mekanisme risiko yang terbentuk di dalamnya. Penelitian ini menggunakan teori Masyarakat Risiko Ulrich Beck untuk memahami bagaimana risiko modern muncul, menyebar, dan kembali kepada penciptanya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi terhadap masyarakat serta pelaku industri tambak di Desa Tanjung Kelumpang. Analisis data dilakukan melalui tahapan kondensasi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan kerangka teori Beck. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas tambak udang menimbulkan risiko ekologis berupa pencemaran laut dan kerusakan ekosistem mangrove. Secara sosial, masyarakat mengalami pergeseran mata pencaharian dari nelayan menjadi buruh tambak dengan pendapatan rendah, sedangkan risiko ekonomi muncul dari ketimpangan distribusi keuntungan antara pemilik modal dan warga lokal. Selain itu, limbah tambak memunculkan risiko psikologis berupa kecemasan terhadap masa depan lingkungan. Fenomena ini menggambarkan efek bumerang ketika pencemaran yang dilakukan justru merugikan pelaku tambak sendiri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa modernisasi industri tanpa kesadaran ekologis menciptakan risiko multidimensi yang mengancam keberlanjutan sosial dan lingkungan masyarakat pesisir.