Perbankan syariah di Indonesia memainkan peran penting, namun masih menghadapi kendala dalam menyampaikan informasi, khususnya mengenai produk Tabungan Haji yang menggunakan akad wadiah dari Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Mojokerto. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi pemasaran produk tersebut dan memahami pandangan nasabah dalam konteks lokal guna meningkatkan minat masyarakat, mengingat target pembukaan rekening yang belum terpenuhi. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif serta mengumpulkan data lewat wawancara, observasi, dan dokumentasi, penelitian ini menunjukkan bahwa Tabungan Haji Wadiah BSI mempunyai beberapa keunggulan mencolok, seperti tidak dikenakan biaya administrasi, setoran awal yang terjangkau, serta keamanan dana yang sesuai dengan prinsip syariah. Meskipun begitu, strategi pemasaran yang dilakukan, meliputi aspek produk, harga, tempat, dan promosi (baik secara digital maupun tradisional), di lapangan belum sepenuhnya efektif; promosi dianggap masih terbatas, layanan kadang tidak memuaskan, dan terdapat kekurangan pemahaman yang menimbulkan keraguan masyarakat karena minimnya edukasi tentang akad wadiah. Sebagai hasil temuan, minat nasabah sangat dipengaruhi oleh strategi pemasaran yang jelas dan konsisten, serta pemahaman masyarakat tentang akad wadiah sebagai faktor utama dalam membangun kepercayaan. Rekomendasi untuk BSI KCP Mojokerto adalah meningkatkan kualitas dan frekuensi edukasi mengenai akad wadiah melalui berbagai saluran, serta mengoptimalkan pemasaran digital dan meningkatkan kualitas layanan untuk menjangkau masyarakat dengan lebih merata dan efektif.