Tradisi Guyang Cekathak merupakan praktik budaya masyarakat Colo yang dilakukan di Sendang Rejoso sebagai bentuk penghormatan kepada Sunan Muria sekaligus upaya menjaga keberlanjutan sumber air. Tradisi ini memperlihatkan fakta sosial berupa keterlibatan lintas generasi, solidaritas warga, serta perannya dalam aktivitas ekonomi lokal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan tradisi Guyang Cekathak dan mengidentifikasi nilai-nilai IPS berbasis kearifan lokal yang terkandung di dalamnya. Pendekatan penelitian menggunakan kualitatif dengan metode observasi partisipatif dan wawancara mendalam, dengan objek tradisi Guyang Cekathak. Instrumen pengumpulan data berupa lembar observasi dan pedoman wawancara, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi berlangsung melalui tahap persiapan, kirab dan pembasuhan cekathak, serta bancaan sebagai simbol syukur dan kebersamaan. Nilai-nilai IPS yang muncul meliputi gotong royong, identitas budaya, kegiatan ekonomi lokal, kearifan lingkungan, dan penghormatan terhadap sejarah Sunan Muria. Tradisi ini berpotensi menjadi sumber pembelajaran IPS berbasis kearifan lokal. Penelitian ini masih terbatas pada rentang observasi singkat dan informan terbatas; riset berikutnya perlu melibatkan lebih banyak generasi muda serta mengembangkan model pembelajaran yang aplikatif.