Rendahnya keaktifan sebagian siswa dalam mengikuti proses pembelajaran, yang dapat dilihat dari minimnya partisipasi dalam bertanya, menjawab pertanyaan dari guru, maupun keterlibatan dalam diskusi keompok dengan teman kelas. Yang mana hal tersebut berdampak pada kurangnya optimalnya hasil belajar dan rendahnya motivasi belajar siswa terhadap materi pembelajaran. Fenomena ini menyoroti perlu adanya strategi pendidikan yang dapat mendorong partisipasi aktif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode reward and punishment dalam meningkatkan keatifan belajar siswa. Penelitian ini menggunaakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian yaitu siswa yang mengalami rendahnya partisipasi dalam kegiatan pembelajaran, sedangkan instrument yang digunakan yaitu berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dikumpulkan melalui pengamatan langsung dan wawancara mendalam, yang dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya pemberian reward berupa pujian, nilai tambahan, dan penghargaan simbolik mampu mendorong motivasi intrinsic siswa untuk dapat aktif dalam pembelajaran. Sementara punishment yang bersifat mendidik seperti teguran dan pengurangan nilai terbukti dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab dan juga kedisipilan. Secara menyeluruh, metode reward and punishment dapat efektif menciptakan suasana belajar yang aktif dan mendorong motivasi belajar siswa. Penelitian ini masih terbatas pada lingkup tertentu sehingga penelitian selanjutnya diharapkan mencakup pembahasan yang lebih luas supaya hasilnya lebih komperehensif