Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas model role playing dalam memperkuat tanggung jawab sosial siswa pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kelas VIII. Latar belakang penelitian ini berangkat dari lemahnya internalisasi nilai sosial pada pembelajaran IPS yang masih didominasi metode ceramah. Model role playing dipilih karena memberikan pengalaman langsung melalui simulasi situasi sosial, sehingga siswa dapat memerankan berbagai peran seperti warga, pemimpin musyawarah, mediator konflik, dan tokoh masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama: (1) terjadi peningkatan signifikan pada indikator tanggung jawab sosial siswa, dari kisaran 55% sebelum intervensi menjadi 75–80% setelah penerapan role playing; (2) terdapat peningkatan kualitas interaksi sosial dan kerja sama siswa, ditandai keberanian berpendapat, kemampuan berdiskusi, dan kontribusi aktif dalam kelompok; serta (3) internalisasi nilai tanggung jawab sosial berlangsung melalui pengalaman langsung, ketika siswa mengambil keputusan berbasis peran, menjalankan kewajiban, dan menghadapi konsekuensi sosial dalam skenario simulatif. Hasil ini menegaskan bahwa role playing tidak hanya meningkatkan pemahaman materi IPS, tetapi juga efektif menanamkan nilai tanggung jawab sosial secara mendalam. Dengan demikian, role playing direkomendasikan sebagai strategi pembelajaran karakter dalam IPS di tingkat SMP.